Selasa, Oktober 04, 2011

KONSEP,ALIRAN DAN SEJARAH KOPERASI

Nama    : Anggi Mustika Sari
NPM      : 20210824
Kelas     : 2EB06

BAB 1
KONSEP,ALIRAN DAN SEJARAH KOPERASI
1.      Konsep Koperasi

1.1  Konsep Koperasi Barat
Merupakan organisasi swasta dibentuk oleh orang-orang yang mempunyai kesamaan kepentingan.
1.1.1        Unsur – unsur positif Konsep Koperasi Barat
·         Keinginan individu dapat dipuaskan dengan kerja sama antar anggota.
·         Dapat berpartisipasi untuk mendapatkan keuntungan dan menanggung resiko bersama.
·         Keuntungan didistribusikan kepada anggota sesuai dengan metode yang telah disepakati.
·         Keuntungan yang belum didistribusikan dimasukkan sebagai cadangan koperasi.
1.1.2        Dampak langsung koperasi terhdap anggotanya
·         Promosi kegiatan ekonomi anggota
·         Pengembangan usaha perusahaan koperasi dalam hal investasi, permodalan, pengembangan SDM, pengembangan keahlian.

1.2  Konsep Koperasi Sosialis
Koperasi direncanakan & dikendalikan oleh pemerintah & dibentuk dengan tujuan merasionalisasikan produksi untuk menunjang perencanaan sosial.

1.3  Konsep Koperasi di Negara berkembang
Adanya campur tangan pemerintah dalam pembinaan & pengembangan pedekatan top down-bottom up aroach

2.      Aliran Koperasi

2.1  Latar Belakang Timbulnya Aliran Koperasi
Perbedaan aliran dalam koperasi berkaitan erat dengan faktor ideologi dan pandangan hidup (way of life) yang di anut oleh Negara dan masyarakat yang bersangkutan. Secara garis besar, ideologi Negara-negara didunia ini dapat dikelompokan menjadi 3, yaitu:
·         Liberalisme / komunisme
·         Sosialisme
·         Tidak termasuk liberalism maupun sosialisme
Impelementasi dari masing-masing ideologi ini melahirkan sistem perekonomian yang berbeda-beda.

2.2  Aliran Koperasi menurut Paul Hubert
·         Aliran Yardstick
Aliran ini pada umumnya dijumpai pada negara-negara yang berideologi kapitalis atau yang menganut sistem perekonomian liberal. Menurut aliran ini, koperasi dapat menjadi kekuatan untuk mengimbangi, menetralisasikan, dan mengoreksi berbagai keburukan yang ditimbulkan sistem kapitalisme. Hubungan pemerintah dengan gerakan koperasi bersifat netral.

·         Aliran Sosialis
Lahirnya aliran ini tidak terlepas dari berbagai keburukan yang di timbulkan oleh kapitalisme. Menurut aliran ini, koperasi di pandang sebagai alat yang paling efektif untuk mencapai kesejahteraan masyarakat, di samping itu menyatukan rakyat lebih mudah melalui organisasi koperasi. Koperasi di jadikan sebagai alat pemerintah dalam menjalankan program-programnya. Dalam hal ini, otonomi koperasi menjadi hilang. Pengaruh aliran ini banyak dijumpai di Negara-negara Eropa Timur dan Rusia

·         Aliran Persemakmuran
Aliran persemakmuran (commonwealth) memandang koperasi sebagai alat yang efsien dan efektif dalam meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat. Hubungan pemerintah dengan gerakan koperasi bersifat ”kemitraan (partnership)” , dimana pemerintah bertanggung jawab dan berupaya agar iklim pertumbuhan koperasi tercipta dengan baik.
E.D. damanik membagi koperasi menjadi 4 aliran atau school of cooperatives berdasarkan peranan dan fungsinya dalam konstelansi perekonomian Negara, yakni:

o   Cooperative commonwealth school
Aliran ini merupakan cerminan sikap yang menginginkan dan memperjuangkan agar prinsip-prinsip koperasi diberlakukan pada bagian luas kegiatan manusia dan lembaga, sehingga koperasi memberi pengaruh dan kekuatan yang dominan di tengah masyarakat.

o   School of modified atau juga di sebut school of competitive yardstick
Suatu paham yang menganggap koperasi sebagai suatu bentuk kapitalisme, namun memiliki suatu perangkat peraturan yang menuju pada pengurangan dampak negatif dari kapitalis.

o   The socialist school
Suatu paham yang mengangap koperasi sebagai bagian dari sistem sosialis.

o   Cooperative sector school
Paham yang menganggap filsafat koperasi sebagai sesuatu yang berbeda dari kapitalisme maupun sosialisme, dan karenanya berada di antara kapitalis dan sosialis.

3.      Sejarah Koperasi

3.1  Sejarah Koperai Dunia

·         Thn 1844 (revolusi industri) Rochdale Inggris, tokoh yang terkenal yakni Robert Owen , Kemudian di Perancis (revolusi industri) tokoh yang terkenal Charles Fourier & Louis Balanc. Di jerman (Ferdinan Lassalle) dan di Demark (Herman Scdulze).
·         Thn 1852 jumlah koperasi di Inggris sudah mencapai 100 unit.
·         Thn 1862 dibentuk Pusat Koperasi Pembelian “The Cooperative Whole Sale Society (CWS)”.
·         Thn 1896 membentuk ICA (International Cooperative Alliance) maka koperasi telah menjadi suatu gerakan internasional.

3.2  Sejarah Koperasi Indonesia

·         1896 di Leuwiliang didirikan pertama kali koperasi di Indonesia. Pamong Praja, Raden Ngabei Aria Wiria Atmaja, Patih Purwekerto mendirikan Bank Simpan Pinjam untuk pegawai negeri pribumi agar bisa melepaskan diri dari bunga yang tinggi yang diberikan oleh lintah darat.
·         12 Juli 1947 diselenggarakan kongres gerakan koperasi yang pertama di Tasikmalaya.
·         1960 Pemerintah mengeluarkan Peraturan No. 140 tentang Penyaluran Bahan Pokok dan menugaskan koperasi sebagai pelaksananya.
·         1961 diselanggarakan Musayawarah Nasional Koperasi I (Munaskop I) di Surabaya.
·         1965 Pemerintah mengeluarkan Undang-Undang No. 14 thn 1965 dimana prinsip NASAKOM diterapkan di koperasi.
·         1967 Pemerintah mengeluarkan Undang-Undang No. 12 thn 1967, Pokok Perkoperasian disempurnakan dan diganti dengan UU No. 25 thn 1992 tentang perkoperasian.

SOAL :
1.      Dibawah ini yang merupakan konsep koperasi , kecuali .....
a.       Konsep Koperasi Barat
b.      Konsep Koperasi Timur
c.       Konsep Koperasi Sosialis
d.      Konsep Koperasi di Negara Berkembang
Jawab : B

2.      Hal apa saja yang berkaitan erat dengan perbedaan aliran koperasi .....
a.       Faktor Ideologi dan Pandangan Hidup
b.      Faktor Ideologi
c.       Pandangan Hidup
d.      Sistem Perekonomian
Jawab : A
3.      “koperasi di pandang sebagai alat yang paling efektif untuk mencapai kesejahteraan masyarakat” . Kutipan tersebut masuk ke dalam aliran mana .....
a.       Aliran Persemakmuran
b.      Aliran Yardstick
c.       Aliran Sosialis
d.      Aliran Cooperative Sector School
Jawab : C
4.      Tahun berapakah dibentuknya CWS (The Cooperative Whole Sale Society) .....
a.       1896
b.      1947
c.       1844
d.      1862
Jawab : D
5.      Pada 1965 Pemerintah mengeluarkan Undang-Undang dimana prinsip NASAKOM diterapkan di koperasi, UU nomer berapakah yang dimaksud diatas .....
a.       No. 14 thn 1965
b.      No. 12 thn 1967
c.       No. 25 thn 1992
d.      No. 14 thn 1956
Jawab : A

Tidak ada komentar:

Posting Komentar